Beranda > agama, kesehatan > Apa itu Onani? Solusi Berhenti Onani?

Apa itu Onani? Solusi Berhenti Onani?

Tanya:
Assalamu’alaikum wr.wb.
Langsung saja ya dok, saya
mempunyai keluhan nie, dulu waktu
kecil badan saya termasuk anak
yang tinggi dan bongsor, tetapi
ketika klas 5 SD saya mengenal
onani, saya merasa kecanduan
sampe sekarang bahkan saya bisa
melakukannya sehari sampe 4 kali
bahkan sampe sekarang pun
kebiasaan itu tidak bisa saya
hentikan, kalau sehari saja saya tdk
melakukan itu maka pikiran saya
gelisah dan melakukan kerjaan
apapun tidak bisa konsentrasi.
Semenjak mengenal onani saya
merasa pertumbuhan tubuh saya
terhambat bahkan tersalip anak-anak
dibawah umur saya.

Tinggi badan saya sekarang cuma
158 cm dan umur saya sekarang
sudah 23 tahun, tentu saja sebagai
seorang lelaki, hal ini membuat saya
jadi agak minder apalagi kalau di
dekat cewek. Yang mau saya tanyakan,
apakah kebanyakan onani dapat
menghambat pertumbuhan saya,
bagaimana dok, solusinya? Terus
bagaimana cara untuk
menghentikan kebiasaan saya,
soalnya saya sudah melakukan
berbagai cara tapi tidak berhasil.
Sekian dari saya, saran dan solusi
dokter sangat saya tunggu dan saya
nantikan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Dimas

Jawab:
Assalamu’alaikum wr.wb.
Sebelum menjawab pertanyaan
Anda, marilah kita renungkan
sejenak firman Allah dan hadits Nabi
berikut ini:

“Dan orang-orang yang menjaga
kemaluannya, kecuali terhadap istri-
istri mereka atau budak-budak yang
mereka miliki, maka sesungguhnya
mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barangsiapa mencari yang di balik
itu maka mereka itulah orang-orang
yang melampaui batas.”[QS. Al-
Mukminun (23): 5-7].

“Wahai sekalian para pemuda,
barangsiapa di antara kamu yang
mempunyai kemampuan hendaklah
segera menikah, karena menikah itu
lebih menundukkan mata dan lebih
menjaga kehormatan diri. Dan
barangsiapa yang belum mampu
hendaklah berpuasa, karena puasa
itu dapat
membentenginya.”[Muttafaq Alaih]

Nah, sekarang.. marilah kita bahas
tentang onani. Selamat mengikuti….

Apa itu Onani?
Terminologi onani atau masturbasi
dapat diartikan sebagai aktivitas
menyentuh, meraba, memainkan,
merangsang bagian tubuh
(misalnya: alat kelamin) dengan
tujuan untuk memuaskan hasrat
seksual dirinya sendiri (autoerotism)

Adapun istilah masturbasi biasa
digunakan untuk mengartikan onani
yang biasa dilakukan oleh kaum
wanita. Istilah lain untuk onani
adalah “swalayan”, melancap
(bahasa Malaysia), istimna (bahasa
Arab).

Bagaimana Onani itu Bermula?
Konon menurut Alkitab, tepatnya
dalam Kejadian 38:6-10, hikayat,
riwayat, kisah, atau sejarah Onani
berasal dari seseorang bernama
Onan yang sedang gelisah. Ia
disuruh ayahnya, Yehuda, untuk
menikahi janda almarhum
kakaknya. Onan merasa keberatan
karena ia yakin bahwa anak yang
lahir akan dianggap sebagai
keturunan kakaknya. Maka, Onan
kemudian memutuskan untuk
menumpahkan spermanya di luar
tubuh janda tersebut setiap kali
mereka berhubungan seksual,
bukan di dalam vagina. Dengan cara
itu, janda kakaknya tidak akan hamil.
Namun, cara itu harus berakhir
tragis karena ternyata membuat
Tuhan murka dan Onan mati.

Berapa kali “idealnya” beronani
dalam seminggu?
Tidak ada “harga normal” atau
pedoman untuk onani, namun ada
yang menyebutkan biasanya onani
dilakukan 3-5 kali dalam seminggu,
pendapat ini kurang kami setujui
karena memang tidak didukung
referensi yang kuat dan valid.
Disarankan untuk sama sekali TIDAK
beronani dalam seminggu,
mengingat hampir tidak ada
manfaat onani, kecuali pemuasan
hasrat seksual semata.

Bagaimana Cara Menghentikan
Kebiasaan Onani?

Kami memiliki beberapa tips efektif
untuk menghentikan kebiasaan
onani, seperti:

1. Awali dengan berdoa, memohon
dan bertaubat kepada Allah, untuk
berhenti dari onani selamanya.

2. Harus memiliki tekad, kemauan,
dan motivasi yang kuat dari diri
sendiri.

3. Terapkan sistem “reward and
punishment” yang tegas dan disiplin
untuk diri sendiri. Misalnya: jika satu
hari saya tidak beronani, maka saya
akan “menghadiahi diri sendiri”
dengan membeli es krim yang lezat
atau berjalan-jalan ke pantai. Jika
saya beronani satu kali saja, saya
harus “menghukum diri sendiri”
dengan membaca satu buku
tentnag ilmu pengetahuan.

4. Katakan TIDAK pada ONANI dan
SEX sebelum MENIKAH!!!

5. Hendaknya tidak sering
menyendiri, melamun, atau
menonton film yang
“membangkitkan gairah”.

6. Bergaullah dengan orang-orang
yang alim, cerdas, sholeh, beriman,
bertakwa. Hindarilah lingkungan
pergaulan yang membawa Anda
menuju “lembah maksiat” atau
“dunia hitam”.

7. Perbanyaklah beribadah sesuai
dengan agama dan keyakinan Anda.
Jika Anda beragama Islam, maka
seringlah berpuasa sunah, sholat
berjamaah, sholat malam, berzikir,
membaca Alquran, dsb.

8. Jika Anda “hobi beronani”,
berhati-hatilah atau waspadalah
dengan kanker prostat! Sebab, hasil
riset yang dilakukan oleh Universitas
Nottingham Inggris, menyatakan
bahwa pria berusia antara 20-30
tahun yang “gemar beronani”
memiliki risiko lebih tinggi untuk
terkena kanker prostat. Juga,
Sebanyak 34% atau 146 dari 431
orang yang terkena kanker prostat
sering melakukan onani mulai usia
20 tahun. Sekadar tambahan, kanker
prostat adalah penyakit kanker yang
berkembang di kelenjar prostat,
disebabkan karena sel prostat
bermutasi dan mulai berkembang di
luar kendali.

9. Sibukkanlah diri Anda dengan hal-
hal yang positif dan bermanfaat,
misalnya: berolahraga, pecinta alam,
membaca buku, menulis,
bernyanyi, memasak, berkebun,
dsb.

10. Ingatlah bahwa hukum onani
adalah haram, dan onani itu
merupakan “zina tangan”.

11. Hindari bergaul dengan teman
atau sahabat yang juga “hobi
beronani”. Sebab seseorang itu
dapat dinilai; salah satunya dengan
siapa (saja) ia bergaul.

12. Mandilah secepat mungkin.
Hindari untuk berlama-lama di
kamar mandi.

13. Hindari melihat tontonan,
tayangan, gambar, video, yang
“syur”, “aduhai”, atau porno, baik di
internet, televisi, VCD, DVD, dsb.
Hindari juga “bacaan dewasa”,
“kisah panas”, atau “bumbu-bumbu
seksual”, kecuali Anda sudah
menikah dan akan melakukan
hubungan seks.

14. Perbanyak aktivitas fisik,
terutama jika sedang stres atau diri
Anda sedang dalam keadaan
tertekan.

15. Lakukan semua hal, aktivitas,
atau kegiatan yang Anda sukai,
sepanjang tidak melanggar aturan
agama dan norma.

16. Temukan, kembangkan, dan
salurkan semua bakat, hobi, dan
kreativitas Anda semaksimal
mungkin.

17. Sadarilah bahwa onani hanya
akan menghabiskan energi dan
waktu Anda yang sebenarnya dapat
Anda gunakan untuk melakukan hal-
hal lainnya yang bermanfaat.
Oh iya, ada satu hal lagi yang perlu
Dimas ketahui… . kami belum
menemukan referensi yang
mengatakan bahwa kebanyakan
onani itu menghambat
pertumbuhan. Yang mungkin terjadi
adalah, energi yang seharusnya
untuk tumbuh kembang tubuhmu
kahirnya habis sia-sia hanya untuk
beronani. Jelas bahwa tdk ada
hbngan antara frekuensi beronani
dgn tingkat petumbuhan.
Demikian penjelasan kami, semoga
bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Dr. Dito Anurogo
Penulis buku dan ebook
Konsultan kesehatan di
http://www.netsains.com
Penemu Hematopsikiatri dan
Medicopomology

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: